• Welcome to @donisuitela Official Site

    Stories, Experiences, IT Tutorial, Soccer and Many more

  • Cara aman dan asik berbelanja online

    Ubahlah cara belanja Anda agar tidak ketinggalan zaman. Bagaimana caranya? Lihat disini

Tuesday, April 24, 2018

Seminggu di Pulau Bangka (Liburan Ceng Beng) Bagian I - Family Time

Pulau Bangka adalah salah satu pulau di selatan Sumatera, pulau ini terkenal sebagai penghasil Timah. Pada masa lalu sekitar tahun 1700an Masehi, kesultanan di Palembang mempekerjakan tenaga kerja dari Tiongkok yang lebih berpengalaman dalam menambang Timah dibanding tenaga kerja lokal. Masyarakat Tionghoa tersebut kemudian berdatangan dalam beberapa tahapan hingga tahun 1800an dan kemudian beranak cucu di pulau Bangka. Hal ini menjadikan masyarakat Tionghoa menjadi suku kedua terbanyak di Pulau ini setelah Melayu.

Buat saya pulau ini juga bersejarah karena dari sinilah pasangan hidup saya berasal. Jadi ini adalah pertama kalinya saya menginjakan kaki di Pulau Bangka, dan saya siap untuk memulai petualangan liburan ini. Sebagian keluarga istri saya masih mempraktekan sembahyang cengbeng yaitu suatu masa dimana masyarakat Tionghoa berziarah ke makam keluarga yang sudah meninggal berdoa dan memberikan hadiah berupa makanan dan minuman dsb untuk keluarga yang sudah meninggal tersebut.Saya menghormati budaya ini, masyarakat Tionghoa sangat kekeluargaan dan menghormati orang tua baik yang masih ada maupun yang sudah meninggal dan ini adalah nilai-nilai yang layak untuk dipertahankan.

Salah Satu Makam Keluarga Istri Saya

Kami telah menyusun jadwal untuk dijalani selama seminggu di Bangka, tujuannya adalah berkunjung ketempat keluarga istri saya, mengunjungi tempat wisata terutama pantai dan tentu saja menikmati kuliner khas Bangka. Untuk yang terakhir ini saya sangat antusias, bahkan ini mungkin prioritas utama saya dalam liburan ini haha.

Baiklah mari kita mulai tujuan awal selain berziarah ke pemakaman adalah menemui keluarga istri saya yang ada disana. Kami mulai dengan suatu tempat bernama Soeng Hin, ya dari namanya saja sudah bernuansa Tiongkok ini. Terletak diutara Kota Pangkalpinang, desa ini sangat sepi menurut saya hingga saya membandingkannya dengan jalan sentani - waena sebelum pada sekitar 2011 sebelum seramai sekarang tentunya, yah hampir sama dengan kampung harapan di sentani mungkin tapi maaf kalo ternyata sudah beda.

Rumah Keluarga istri di Shoen hin Bangka
Disekitar komplek rumah keluarga saudara dari istri saya ini, juga terdapat komplek pemakaman Tionghoa yang cukup luas dan dikelilingi oleh kebun jeruk. Kami sempat berkeliling dan melakukan panen jeruk, meski cuaca siang itu terik tapi saya sangat bersemangat untuk mengumpulkan jeruk-jeruk ini, lumayan banyak kami dapat dan jadi bawaan oleh-oleh. Kebun jeruk ini juga diselingi pohon cabai ditengahnya namun tidak terlalu banyak.

Hari berikutnya kami berkunjung ke rumah Thai Ku istri saya, Thai ku ini berarti kira-kira mamatua kalo orang Ambon bilang yang berarti juga Kakak Perempuan dari Ayah (Saya menyimpulkan semua yang berakhiran Ku berarti dari keluarga Ayah dan kalo berakhiran Ji ini berarti dari keluarga ibu) dan Thai berarti Tua. Kalo ada yang mengerti dan ternyata saya salah hehe mohon dibenarkan ya. 

Suasana Halaman Rumah Thai Ku
Ok kita lanjut kepada bahasan yang lebih seru, ini soal perkampungan di Bangka. Masih di kota Pangkalpinang namun kita bisa menemukan tempat yang sejuk dan tenang untuk hidup, ini beda dengan di Pulau Jawa yang sangat crowded. Jadi dirumah Thai Ku ini terdapat juga peternakan Babi, yang mana babinya sangat gemuk dan sehat. Saya tidak pernah berkunjung ke tempat seperti ini sebelumnya. Disini juga tumbuh pohon dukuh yang besar dan sangat banyak. Kami menggoyang pohon Dukuh ini dan memakannya sampai kenyang, sementara anak saya tertarik dengan ternak babi yang berkeliaran di hutan sekitar rumah dan dia merekam dan memotret babi-babi itu. Hmmm, tidak setiap hari kita dapat pemandangan seperti ini bukan, jadi nikmatilah kawan.

Melihat Kandang Babi di Bangka


Anak saya mengagumi babi-babi yang berkeliaran bebas

Kandang Babi di Bangka
Mama Babi di kandangya
Kami menggoyang pohon dukuh dan langsung menikmatinya
Pangkalpinang ini memberikan tawaran untuk hidup yang tenang, menikmati hari tua. Yah moga nanti lah ya kalo sudah mau pensiun boleh juga tinggal disini hehe. Duduk-duduk di baranda, baru minum kopi, makan pisang goreng bercengkrama dengan keluarga. Sangat layak untuk diperjuangkan nih nanti kalau sudah mau pensiun.

Tapi lebih dari semua, saya sangat kagum dengan budaya masyarakat Tionghoa yang sangat kekeluargaan dan menghormati leluhur. Budaya yang kuat dan sangat ingin saya terapkan. Baiklah sekian dulu bahasan tentang Bangka, akan dilanjut bahasan berikutnya mengenai Pantai-Pantai dan objek wisata alam lainnya disini. Jadi ditunggu ya. Sinmung, Terimakasih.

Tuesday, February 20, 2018

Hidup Sebagai Ambon Kart

Saya lahir dan dibesarkan di Jawa Barat tepatnya kota Bogor. Ya buat saya Bogor adalah kota kecil dengan berjuta kenangan. Selama lebih dari 27 tahun hidup saya dihabiskan dikota ini dan seperti anak muda rumahan lainnya di Jawa Barat, saya siap untuk menghabiskan seluruh hidup saya dikota ini. Singkat kata saya sudah jadi orang Jawa barat aseli lho.

Meskipun demikian, dalam pergaulan sehari-hari dimana saya tinggal disebuah kampung bernama Leuwikotok yang berbahasa sunda yang jauh dari kata halus. Mempertimbangkan warna kulit dan bentuk hidung yang berbeda tetap saja dari dalam hati saya tahu bahwa saya orang Ambon. Saya belum pernah ke Ambon semenjak lahir ke dunia ini dan Bapak saya yang aseli ambon pun tidak pernah mengajak saya kesana bahkan untuk sekedar liburan, Itulah yang dinamakan Ambon Kart. 

Saya bisa berbahasa Sunda khas Bogor yang bernuansa "aing sia", nilai bahasa sunda saya tidak jelek dan saya pun punya garis keturunan sunda aseli dari nenek saya yang orang Sukabumi, jadi saya bisa mengklaim bahwa saya adalah orang sunda 25%, dan saya sangat bangga akan hal itu.

Makan-makan dengan Alm Nenek Saya di Sukabumi
Tahun berganti tahun dan nasib membawa saya untuk bekerja di sebuah BUMN bidang perposan. Permasalahan terjadi ketika saya memperkenalkan diri dimana selalu saya katakan bahwa saya dari Bogor padahal teman-teman dan para senior, dengan melihat casing dan nama marga saya sudah tahu bahwa "ah sudahlah ngaku aja kamu dari mana" kemudian dengan setengah suara saya mengakui bahwa "iya pak/bu saya dari Ambon tapi belum pernah kesana" lalu keluarlah gelak tawa dari teman-teman.

Sebagai Ambon Kart ada hal-hal yang dimiliki orang Ambon yang besar di Ambon yang saya tidak miliki. Seperti kepercayaan diri dalam menyanyi, main gitar dan juga satu lagi ya berenang. Bagaimana saya bisa berenang kalau berenang aja cuma disusukan yang sempit dan gak dalem dan maaf sering banyak lele koneng. Apa itu lele koneng ya udahlah, gak usah dibahas ya. Selain dari itu satu lagi yang saya gak punya yaitu sikap tegas, harus diakui saya cenderung cengengesan tapi seiring berjalan waktu saya belajar untuk tegas. Hmm semoga bisa ya.

Itulah beratnya hidup sebagai Ambon Kart, kadang orang mungkin kecewa karena berharap saya bisa nyanyi atau main gitar atau nagih hutang hahaha. Tapi ya saya gak bisa, atau anggap aja belum bisa ya.

Warna kulit gelap ini juga membawa saya ke suatu pengalaman baru, saya kemudian ditempatkan di ujung timur Indonesia yaitu Jayapura. Sebagai orang Jawa barat awalnya saya takut untuk ke Papua. Jantung saya dag dig dug dan napas susah diatur ketika mendengar pengumuman penempatan. Tapi saya pasrah saja dan coba menjalani dengan berharap ada banyak pengalaman baru yang bisa mengubah mental saya menjadi lebih pemberani.

Di Jayapura permasalahan baru sebagai Ambon Kart muncul. Orang Ambon terkenal kuat minum disini, bukan minum air putih tapi ya taulah ya, minum sofi. ini adalah minuman khas Ambon yang mengandung alkohol yang rasanya yah lumayan panas dileher lha. "Doni ko orang ambon to? kmari ko minum dulu" seru rekan kerja senior yang berbadan besar. "Ah tidak bapak sa tra tau minum sa orang Bogor" kata saya beralasan, tapi ya mau tak mau saya hampiri karena takut pace dia marah. Akhirnya saya minum juga tapi ya cuma 2 sloki saja kemudian saya pamit dengan alasan melanjutkan pekerjaan. Lalu Bapak dia bilang "Ok doni kam lanjut sudah, kerja yang baik ya, kasih betul itu semua komputer-komputer yang rusak itu" saya jawab "baik bapak terimakasih"

Petualangan saya di Jayapura berakhir dan saya dipindahkan ke Bandung, ibukota Jawa Barat dengan tutur bahasa yang halus. Saya mengerti bahasa sunda halus tapi untuk berbicara bahasa halus bibir saya berat dan lebih memilih bahasa Indonesia. Hanya percakapan dengan teman seumuranlah saya berani berbahasa Sunda.

Kembali kemasalah Ambon Kart, Beban saya sebagai Ambon Kart adalah saya tidak pernah ke Ambon, adalah hal yang memalukan bagi saya sebagai orang Ambon yang tidak pernah ke Ambon. Teman-teman di Bandung selalu bilang "Masa orang Ambon gak pernah ke Ambon, wah Ambon kw nih haha" Jadilah saya bahan tertawaan.

Penempatan di Kantor Pusat Bandung membawa saya ke Perjalanan Dinas yang mengelilingi Indonesia, dan Akhirnya yang saya nantikan terjadi ya akhirnya saya bisa jalan dinas ke Ambon. Sejarah mencatat tepat pada hari valentine 2018 saya menginjakan kaki pertama kali dipulau Ambon tepatnya di Bandara Patimura Ambon. Sebuah pengalaman spiritual bagi saya ini seperti perjalan ziarah rohani ke Yerusalem, atau ke vatikan hehe. bahkan lebih dari itu, saya merasa lengkaplah sekarang saya bisa mengatakan bahwa saya orang Ambon haha plong.

Mendarat di Bandara Pattimura Ambon

Perjalanan dinas saya cuma 2 hari semalam saja dan hal yang pertama saya lakukan adalah saya pergi ke negeri suli tempat Bapak saya berasal. Bukan hal sulit bagi saya untuk menemukan kampung bapak saya karena disamping Ambon hanya pulau kecil tapi juga bekerja di Pos ya tinggal tanya orang Pos saja dimana alamat dan cling dia langsung tau. Orang Pos itu seperti google map tau semua alamat, percayalah. Jadi kalo untuk pengiriman ke daerah-daerah pakai pos ya jangan yang lain (Iklan).

Akhirnya saya bisa berfoto dengan keluarga besar saya di Ambon, menginap di kampung suli yang sangat dingin dan masih bernuansa hutan. tak perlu foto-foto ditempat wisata disana. Cukup dengan foto-foto dirumah keluarga di Suli saya sudah puas. Mendengar cerita om dan tante tentang masa lalu dan masa kini keluarga besar kami. Sungguh mengalirkan dopamine diotak saya dan memberi ketenangan pada jiwa saya.

Berfoto dengan Om dan Tante di Ambon
Dengan Bapa Minggus atau Bapabong

Akhirnya seorang Ambon Kart ini menginjak Ambon dan sah sebagai orang Ambon. Cuma 2 hari yang singkat tapi saya berterima kasih kepada teman-teman di Kantor Pos Ambon yang ramah-ramah dan mengantarkan saya ke Suli dan juga untuk makan papeda dengan kepala ikan yang besar dan enak. Juga keluarga besar Suitela di Suli yang menyambut saya penuh kehangatan. Saya tidak akan melupakan ini. Terima kasih, Dangke banyak lai

Saya akan melanjutkan hidup saya sebagai Ambon Kart dengan penuh kebanggaan. Sebagai orang Ambon yang penuh kasih sayang namun tegas, selalu dekat dengan keluarga dan menghormati orang tua seperti tertulis dan terdengar dalam lagu-lagu Ambon yang romantis. Tentang mama, tentang papa, tentang maytua, tentang anak.

Sekali lagi Dangke Banyak Lai ........

Tuesday, September 20, 2016

ECPOS, API Shipping Pos Indonesia

Tampilan website ECPOS

Bagi Anda yang memiliki toko online sendiri, Pos Indonesia menyediakan API Shipping untuk pilihan pengiriman toko online Anda. Caranya mudah saja, anda tinggal daftar di www.galeripos.co.id kemudian aktifasi member galeripos, pos2pay dan ECPos Anda. Login di web www.ecpos.co.id, generate API Key dan Anda akan mendapatkan url API dan API key Anda. Sekaligus petunjuk dokumen API Anda.

Anda juga dapat menambah outlet online Anda dengan menjadi merchant di www.galeripos.co.id atau www.galeriukm.co.id. GaleriUKM hanya melayani merchant Produk Indonesia Asli. Selain itu Pos2Pay juga dapat digunakan sebagai pilihan cara pembayaran pada website jualan online Anda.

Kantor Pos memiliki jaringan pengiriman terluas diseluruh pantai Indonesia jika dibanding dengan jasa pengiriman lain. Produk yang tersedia adalah Pos Kilat Khusus (2-4 hari), Pos Express (1 hari hanya daerah tertentu), Paket Pos Biasa (Pengiriman lewat laut) yang ekonomis.

Demikian Informasi penting ini, selamat mencoba ECPOS, API Shipping Pos Indonesia.



Tuesday, July 12, 2016

Saya, Olahraga dan AnteBrachii

Saya selalu menyukai olahraga, baik itu menonton maupun turut serta dalam pertandingan. Buat saya menonton atau memainkan olahraga permainan seperti basket dan sepakbola itu menenangkan jiwa dan membuat hati bahagia.

GaleriPos Futsal Team

Mungkin inilah yang dinamakan hobby. Pertama kali saya menonton event olahraga adalah Sea Games 1991 di Filipina. Saya masih teringat ketika pembalap sepeda Indonesia Kalimanto mengalahkan atlet Malaysia dengan sangat ketat. Selepas itu saya mulai terbiasa dengan tontonan Liga Italia di RCTI yang saya tonton setelah menonton sinetron Si Manis Jembatan Ancol. Kehebatan Trio Belanda di AC Milan membawa saya menjadi Milanisti bahkan sampai saat ini.

Tak cukup hanya menonton, demam NBA di awal masa SMP saya membawa saya memainkan basket bersama teman-teman. Hampir tiap hari saya bermain basket, bukan event resmi atau class meeting, saya tidak cukup baik untuk itu. Saya bermain basket tanpa rasa lelah sampai tiba hari sial saya dimana saya mematahkan pergelangan tangan kanan saya. Saya mencoba dribel melewati dua orang lawan saya dan saya berhasil melewati mereka, tapi tidak dengan kaki saya yang rupanya tersangkut atau disangkutkan di kaki teman saya. Saya pun terjerembab kedepan dan tangan kanan saya menahan badan saya yang kurus dan braaakkkk ..... Semua terdiam dan saya bangun dengan pergelangan tangan yang menenggak keatas tanpa bisa dikembalikan.

Singkat kata singkat cerita pemulihan tangan saya memakan waktu 3 bulan. Tangan saya di Gips dengan semen putih membuat saya kesulitan untuk menulis. Untuk mencatat pelajaran dari guru saya membeli kertas karbon di tukang fotokopian dan teman saya membantu mencatatkannya dengan kertas karbon sehingga saya bisa mendapatkan catatan tanpa harus menulis. Ulangan umum saya lewati diruang guru dengan bantuan tetangga saya untuk membantu menuliskan jawaban dari saya. Kejadian ini berhasil menghentikan Saya bermain basket secara permanen.

Antebrachii adalah istilah bagi patah tulang yang saya alami ini. Dimana baik tulang Radius maupun Ulna mengalami patah atau fraktur. Pemulihan Patah tulang yang dialami pada saat masa pertumbuhan/anak-anak memang sangat cepat. Saya tidak banyak mengalami kendala dan rasa sakit selama periode pemulihan, dan ketika pulih pun seluruh fungsi gerak tangan saya kembali normal tanpa perlu fisioterapi.

Waktu berlalu begitu cepat dan saya kini telah menjadi orang dewasa atau tepatnya tua. Tapi waktu tidak dapat mengubah passion saya diolahraga. Habis basket terbitlah futsal. Yup diera 2000-an futsal menjadi olahraga populer yang juga membawa saya keranjingan olahraga ini. Awalnya saya hanya menjadi pemerhati tapi akhirnya saya ikut-ikutan main ketika bertugas sebagai tukang pos di Papua.

Setelah berpindah ke Bandung hobby ini menjadi semakin tersalurkan karena kini saya punya jadwal rutin seminggu sekali bermain futsal. Tidak cuma bermain saya juga mempelajari teknik tendangan dan berlari lewat youtube. Semakin hari saya merasa kemampuan saya semakin bertambah dalam hal futsal haha.
Full team Futsal E-Commerce

Hingga datanglah harinya 13 Januari 2016. Saat yang dinanti-nantikan setelah seharian capek kerja. Hari itu seperti biasa saya adalah jadwal kami tim GaleriPos bermain futsal. Saya memulai pemanasan seperti biasa, berlari mengelilingi lapangan, latihan menendang, mengumpan dan sebagainya. Pertanda sebenarnya sudah datang saat saya pemanasan, ketika saya terjatuh saat menerima umpan bola dari teman. Tapi saya bisa bangkit dan melanjutkan pemanasan.

Permainan dimulai, saat itu saya berada didepan untuk menyerang namun bola beralih kebelakang dan saya berpikir untuk berlari dari depan kebelakang dan menyapu bola yang hendak direbut striker lawan. Sialnya bola bergeser atau memang saya salah perhitungan, membuat bola malah terinjak dan saya tergelincir kebelakang dengan posisi tangan kanan menahan badan saya yang hendak jatuh. Bruuuuuk ..... kejadiannya begitu cepat saya mencoba bangun namum meliha tulang tangan kanan saya keluar dari lengan saya yang kurus. Seketika saya bergumam "Wah patah lagi ...". Teman-teman melanjutkan bermain dan saya tidak bisa bangun dari posisi terjatuh.

Terbaring di UGD Santo Yoseph

Well, akhirnya mereka sadar tangan saya patah dan terima kasih karena kesigapan teman-teman dan semua bantuannya, saya pun dibawa kerumah sakit Santo Yoseph malam itu. Sayapun dironsen dan terlihat hasil yang cukup parah untuk ukuran pemain futsal amatiran.

Hasil Rontgen pasca kejadian

Dari hasil ronsen tertulis antebrachii dan saya pun mulai googling dan inilah yang saya dapat. Fraktur Antebrachii adalah terputusnya kontinuitas tulang radius ulna,  pada orang dewasa fraktur antebrachii biasanya tampak jelas sering berupa fraktur yang disertai dislokasi fragmen tulang. Fraktur antebrachii sering terjadi di bagian distal yang umumnya disebabkan oleh tahanan langsung dari tangan untuk menahan badan sewaktu jatuh dengan posisi tangan hiperekstensi.

Patah tulang antebrachii inilah yang juga dulu terjadi ketika saya SMP, namun kali ini nampak lebih parah karena saya mengalami patah tulang terbuka dan berdarah-darah. ketika SMP saya hanya mengalami patah tulang tertutup dan tidak perlu dipasang pen dan hanya di gips saja. Kali ini saya sadar karena usia yang menua dan tingkat keparahan pasti perlu masa pemulihan yang lebih lama dari 3 bulan.
Setelah Pemasangan Plate

Dikasur Rumah Sakit pikiran saya melayang kejaman SMP saya ketika saya mematahkan tangan saya pertama kali. "Hmmmm .. why always broken?" gumam saya dalam hati. Mungkin ini saatnya buat saya berhenti mengikuti keinginan hati dalam bermain bola, cukup jadi penonton saja dan menjadi pengamat sepakbola mungkin adalah takdir saya haha.

Saya dan Bola seperti dipisahkan oleh Antebrachii, Antebrachii adalah hantu yang memisahkan saya dari kesenangan akan olahraga dengan bola. Saya sudah tua dan punya tanggung jawab terhadap anak-istri saya, mungkin sudah waktunya saya gantung sepatu. Antebrachii adalah orang ketiga yang memisahkan saya dengan bola hiks hiks hiks

Pemulihan setelah 5 bulan

Besok 13 Juli 2016, genap 6 bulan saya melalui kejadian ini. Perlahan kondisi saya membaik setelah menjalani operasi pemasangan plat dikedua tulang lengan saya pada 15 Januari 2016. Rasa sakit sudah mulai hilang, gerakan-gerakan tangan sudah hampir normal. Entah kapan lagi saya bisa bermain bola tapi untuk saat ini saya memutuskan untuk menjadi pengamat sepakbola saja.

Demikian kisah curhatan sedih ini ditulis, untuk dapat dipahami dan dilaksanakan haha. Terimakasih kepada teman-teman, keluarga dan Istri tercinta juga dede Pio yang membantu saya melalui awal tahun yang berat ini. Muchas Graciasss ......

Thursday, June 30, 2016

It's Ok to be Mediocre

Sepakbola seperti kehidupan, banyak kisah-kisah disepakbola yang sangat mirip dengan kenyataan hidup. Hidup sendiri adalah suatu perlombaan, perlombaan yang harus dimenangkan oleh kita semua manusia, sebagai pemimpin kehidupan dimuka bumi ini. Sayangnya pemenang hanya cuma ada satu, dan sisanya adalah orang-orang yang kalah.

Messi meratapi kekalahan di Coppa America Centenario 2016
Akhir bulan ini kita dikejutkan oleh keputusan frustasi Lionel Messi mundur dari timnas Argentina. Sang legendaris sepakbola Argentina yang frustasi karna kekalahan kedua secara beruntun dikompetisi antar negara Amerika Selatan Coppa America. Ya, setelah kalah difinal piala dunia 2014 dari Jerman, Argentina secara mengenaskan 2 kali kalah dari Chille di pentas Final Coppa America 2015 dan 2016.

Banyak dari kita yang berharap bahwa kita masing-masing adalah pribadi yang berbeda dan istimewa. Kalimat motivasi sering diucapkan oleh motivator bahwa kita diciptakan istimewa, hal ini untuk membangkitkan semangat hidup kita menghadapi persaingan yang keras dalam kehidupan. Mundurnya sang dewa sepakbola dari pentas sepakbola internasional juga disebabkan oleh perasaan frustasinya selalu gagal membawa Argentina menjadi juara 1 dipentas bergengsi internasional.

Satu hal yang harus kita terima, bahwa jika ada orang-orang yang sukses pasti banyak orang-orang yang gagal. Faktanya disemua bidang kehidupan ini berlaku. Pasti ada orang-orang sukses seperti Mark Zuckerberg dan banyak orang-orang gagal yang kuliah IT dikampus ruko yang untuk membuat deret perintah php sederhana pun menghasilkan syntaks error, Pasti ada orang-orang kegemukan yang berkelimpahan makanan dan orang-orang kelaparan di Afrika atau dikosan petak kecil yang pada tanggal-tanggal tua hanya makan indomie goreng dengan uang hasil kiriman orang tuanya. Ada juga orang-orang seperti Ronaldo dan Messi maestro sepakbola dunia dan orang-orang yang bermain Futsal dengan nafas terengah-engah kelelahan dilewati lawan, patah tulang dan parahnya lagi sering kalah.

Inilah kenyataan hidup kawan, ada sukses-gagal, kaya-miskin, cakep-jelek. Ini semua harus kita terima. Ada hal-hal yang tidak bisa dirubah, ada hal-hal yang sulit dirubah, ada hal-hal yang juga bisa berubah. Tetaplah berharap dan berusaha untuk bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik, namun jika itu semua tak kunjung tercapai padahal kita sudah berusaha habis-habisan, maka terimalah itu kawan. Tidak apa-apa menjadi orang yang biasa-biasa saja, bersyukurlah karena kita bisa merasakan kehidupan. Nikmati setiap detiknya dan berbuat baiklah pada sesama manusia tanpa memandang perbedaan.

Karena tidak semua yang kita inginkan terjadi. Bersyukurlah karena kita biasa-biasa saja dan bukan seorang pecundang. Jika kita seorang pecundang bersyukurlah karena kita memiliki kehidupan, karena selama kita hidup kita punya kesempatan membalikan keadaan meskipun itu sulit. Intinya Semangat Pagiiiiii......

Tuesday, May 24, 2016

Pengalaman Bersama BNI - Titik balik Berpindah ke BNI

Pengalaman Bersama BNI - Titik balik Berpindah ke BNI

Saya sudah sering berurusan dengan BNI sejak saya ditempatkan di Jayapura, Papua oleh kantor saya. Yups, di Jayapura BNI memiliki cabang yang berpusat didaerah yang dinamakan Ruko Dok II. Sebuah tempat dipinggir pantai hasil reklamasi yang dijadikan pusat perkantoran oleh beberapa instansi pemerintahan dan Perbankan. Dikantor saya bekerja, sebagai sesama BUMN kebetulan kami memiliki kerjasama dengan BNI Jayapura untuk beberapa hal, selain untuk pengiriman surat dan paket, saya juga biasa menyetorkan uang hasil setlement pembayaran dari pelanggan perusahaan air minum lokal.

BNI Jayapura terletak dipinggir pantai Dok II, dihiasi pemandangan teluk Humboldt atau dikenal juga dengan teluk Yos Sudarso yang sangat indah.  Juga pemandangan bukit pemancar dengan tulisan Jayapura City yang merupakan icon Kota Jayapura. Bangunan besar modern dan parkirannya luas, itu kesan pertama saya, dan satu hal lagi yang saya tahu adalah salah satu atlet volley nasional Loudry Maspaitella bekerja di BNI Jayapura. Saya tahu itu karena saya pernah liat beliau makan di restoran yang sama dengan saya.

Kesan saya pada Pelayanan BNI Jayapura cukup baik. Saya pernah bermasalah karena saya salah melakukan settlement pembayaran air tapi tetap dilayani dengan ramah dan untungnya masalah dapat selesai dalam sehari. Antrian pelanggan sudah digital dan jarang ada gangguan jaringan komputer, Desain ruangan rapi dan AC yang cukup sejuk untuk Jayapura yang sangat panas.

Tapi pada waktu itu saya masih belum menjadi nasabah di BNI. Di Jayapura tidak banyak pilihan bank seperti di Jakarta. Paling hanya Bank BUMN besar saja yang tersedia termassuk BNI. Namun entah kenapa saya tetap bertahan dengan menjadi nasabah bank lain ketika itu. Padahal waktu itu sering sekali saya komplain karena bank itu sering sekali gangguan jaringan, baik bank maupun atmnya. Serta bank saya yang lama ketika itu belum memiliki layanan sms banking dan internet banking bahkan kartu atmnya tidak bisa menjadi kartu debit. Padahal layanan itu sangat saya butuhkan untuk memudahkan transaksi keuangan saya.

Selesai pengalaman Jayapura, saya dipindah tugas ke Bandung. Inilah momentum yang tepat bagi saya untuk pindah bank. Kenapa saya harus pindah Bank? Alasannya yah jelas ingin menikmati layanan internet banking, sms banking dan juga kartu debit yang sudah lama saya idam-idamkan. Akhirnya saya membuka rekening Taplus BNI di BNI Cabang Graha Pos Indonesia yang terletak di Jl. Banda No. 30. Pembukaan rekening cepat dan tidak bertele-tele dan dalam waktu 5 hari kerja saya sudah dapat kartu debit atm dengan nama saya tercetak dikartu.

Panduan layanan kartu debit BNI

Entah kebetulan atau tidak, titik balik berpindah ke BNI ini seperti diamini oleh perusahaan. Karena untuk program simpanan hari tua pun, perusahaan saya menggunakan BNI Simponi. Jadilah saya kini pelanggan BNI yang seutuhnya. Apa itu BNI Simponi? Well, menurut website resmi BNI. BNI Simponi adalah layanan program pensiun yang diselenggarakan oleh dana pensiun lembaga keuangan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau disingkat DPLK BNI. Program ini ada sejak tahun 1994 berdasarkan Undang-undang No. 11 Tahun 1992 tentang dana pensiun. Siapapun bisa menjadi peserta BNI Simponi. Cara untuk menjadi peserta pun sangat mudah, Anda tinggal datang ke Cabang BNI terdekat membawa fotocopy KTP dan isilah formulir pendaftaran sesuai identitas diri Anda, kemudian menyetor setoran awal senilai minimal Rp. 250.000,-, maka Anda sudah langsung menjadi peserta BNI Simponi. Untuk iuran bulanan minimal sebesar Rp. 50.000,-  perbulan, Anda dapat mendapatkan manfaat pensiun bulanan seumur hidup, setelah itu dapat diteruskan kepada ahli waris (Janda/Duda, sampai dengan anak yang terkecil berumur 25 tahun/belum bekerja/belum menikah). Kerenkan program ini?


Buku simpanan BNI Simponi

Saya baru merasakan keuntungan program BNI Taplus dan BNI Simponi serta fitur e-banking dan sms banking. Namun, sesungguhnya masih banyak layanan BNI yang memberikan banyak manfaat bagi kita. Bila kita membuka situs resmi BNI, BNI membaginya kedalam 8 jenis layanan yaitu simpanan, pinjaman, kartu kredit, layanan e-banking, jasa-jasa, simpanan pensiun dan bancassurance. Apabila Anda penasaran dengan layanan-layanan tersebut, Anda dapat berselancar langsung di www.bni.co.id atau telpon langsung BNI Call di 1500046 atau datang saja langsung di cabang BNI terdekat, pasti akan dilayani dengan ramah.

Saya sendiri tertarik dengan program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR BNI). Program pemerintah ini resminya terbagi menjadi KUR Mikro, KUR Ritel dan KUR TKI. KUR Mikro merupakan program yang tepat untuk usaha kecil-kecilan istri saya yang sementara ini berjualan kue dengan memasok kue bikinannya ke toko-toko kue di Kota Bogor tempat tinggal kami. Mimpi kami adalah memiliki toko kue sendiri yang dapat digunakan juga sebagai tempat nongkrong anak-anak muda. Yah, semoga ini dapat kesampaian.

Adapun KUR Mikro BNI merupakan solusi yang diberikan kepada calon debitur usaha, Mikro Kecil dan menengah. Kemudahan yang diberikan adalah proses yang cepat, persyaratan administrasi KTP, Kartu keluarga, Surat ijin usaha, Bunga 9% per tahun, serta tidak diwajibkannya jaminan. Bagaimana? Bukankah Anda tertarik juga.

Jadi intinya BNI menawarkan banyak layanan yang memberikan kemudahan untuk transaksi keuangan kita. Kesemua hal yang saya sebutkan diatas adalah alasan titik balik saya berpindah ke BNI. Diusia yang memasuki 70 tahun pada 5 juli ini, BNI telah memberikan pelayanan yang baik diera internet dan globalisasi ini, tidak ketinggalan jaman dan dapat menjangkau seluruh Indonesia. Untuk itu saya mengucapkan Selamat HUT ke-70 BNI, semoga tetap sukses dan jaya.

Friday, May 20, 2016

Cara Install Xampp Pada Ubuntu 16.04

Saya mengalami kesulitan dalam menginstall Xampp di Linux Ubuntu 16.04. Setelah beberapa kali mencoba dan berkat bantuan pencarian google. Inilah langkah yang Tepat.

1. Download installer Xampp Linux

Klik halaman resmi downloadnya disini.  Kemudian pilih installer yang paling cocok dengan Sistem Linux Anda.

Tampilan halaman download Xampp

 2. Buka Terminal Ctrl + Alt + T

Arahkan ke lokasi file installer tadi Kemudian ketikan perintah dibawah untuk mengubah chmod file installer. untuk nama file disesuaikan dengan installer yang kita download.


sudo chmod +x xampp-linux-x64-5.6.8-0-installer.run 
 
 
3. Install Xampp

Untuk mulai menginstallnya ketik perintah berikut

sudo ./xampp-linux-x64-5.6.8-0-installer.run

Jika ada pertanyaan ketik saja Y lalu enter. Xampp akan terinstall di directory /opt/lampp

4. Nyalakan Xampp Anda

Ketik Perintah berikut

sudo /opt/lampp/lampp start

dan hasilnya akan jadi

Starting XAMPP for Linux 5.6.8-0...
XAMPP: Starting Apache...already running.
XAMPP: Starting MySQL...ok.
XAMPP: Starting ProFTPD...ok

Untuk mematikan Xampp, ketik perintah

sudo /opt/lampp/lampp stop

Hasilnya harusnya

Stopping XAMPP for Linux 5.6.8-0...
XAMPP: Stopping Apache...ok.
XAMPP: Stopping MySQL...ok.
XAMPP: Stopping ProFTPD...ok.

Apakah Anda berhasil? Kalo berhasil bagus, Karena saya menemui 3 masalah ini.

1. Apache failed to start

untuk mengatasinya arahkan directory ke tempat lampp berada. Lalu ketik

sudo /etc/init.d/apache2 stop   

Lalu

sudo /opt/lampp/lampp start

2. Gagal Ngakses localhost/xampp di browser

Muncul keterangan Access Forbidden dibrowser. Kalo masalahnya sama mari kita edit file konfigurasi httpd-xampp.conf. Ketik perintah dibawah ini

sudo nano /opt/lampp/etc/extra/httpd-xampp.conf

Cari baris Require local Kasih comment jadi #Require local

<Directory "/opt/lampp/phpsqliteadmin">
    AllowOverride AuthConfig Limit
    #Require local
    ErrorDocument 403 /error/XAMPP_FORBIDDEN.html.var
</Directory>


Kemudian simpan file

3. Gagal ngakses localhost/phpmyadmin di browser


Access Forbidden di phpmyadmin
Masalah ini hampir mirip dengan yang tadi hanya saja disini kita harus mengubah Require local menjadi Require all granted pada file httpd-xampp.conf
 
<Directory "/opt/lampp/phpmyadmin">
    AllowOverride AuthConfig Limit
    Require all granted
    ErrorDocument 403 /error/XAMPP_FORBIDDEN.html.var
</Directory>

Sampai disini kita telah berhasil menginstall xampp pada ubuntu 16.04

Tampilan Dashboard

Tampilan phpmyadmin


Tuesday, October 20, 2015

Mengenang Jayapura dan Para Pahlawan Pos Indonesia

"Berharga dimata Tuhan kematian setiap orang yang percaya kepadaNya"

Persiapan Penyambutan Jenazah Rekan-Rekan di Kantor Pos Jayapura

Kalimat ini mungkin kata-kata penghiburan yang paling tepat bagi kita yang merasa kehilangan. Ya, sebagai orang beragama kadang kita berpikir, kenapa Tuhan mengijinkan kecelakaan? Kenapa Tuhan memisahkan kita dengan orang-orang terkasih kita. Jawabannya ada pada kutipan ayat kitab suci diatas. Kita percaya adanya keabadian, tinggal di Rumah Tuhan dalam kedamaian abadi. Menyejukan hati bukan?

Hari itu minggu, 16 Agustus 2015, rekan-rekan kerja kami di Kantor Pos Jayapura ditugaskan untuk membagikan dana PSKS bagi masyarakat di Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang. Sebuah kabupaten pemekaran baru di Provinsi Papua. Jangan bayangkan semua fasilitas di Kabupaten ini sama dengan kabupaten lain di Indonesia, terutama Kabupaten-kabupaten di Pulau Jawa. Akses jalan, listrik, fasilitas publik masih sangat terbatas.

Kondisi Uang PSKS yang hancur 

Penerbangan ke Oksibil hari itu, tidak disangka merupakan penerbangan terakhir bagi rekan-rekan kami. Bapa Theo Aragae (MN Aragae), Bapa Ongen (Agustinus Luanmase), Bapa Yustinus dan Teguh Warisman Sane. Tuhan memanggil pulang mereka kedalam keabadian. Saya mengenal Pa Theo dan Pa Ongen, selama 3 tahun di Jayapura banyak kenangan yang dibuat bersama mereka dalam suka dan duka tentunya.

Hari pertama saya di Kantor Pos Jayapura, saya ditempatkan di Bagian UPL (Unit Pelayanan Luar) suatu bagian yang membawahi Kantor Pos Cabang dan Loket Ekstensi yang berada dibawah naungan KPRK (Kantor Pos Pemeriksa) Jayapura. Orang pertama yang menjadi mentor saya adalah Pa Theo, Seorang Senior yang saya percaya dengan segala kelebihan dan kekurangannya menyayangi kami para junior yang masih muda dan potensial.Yang paling saya ingat dari Pa Theo adalah beliau selalu bekerja dengan kunyahan pinang di mulut. Botol aqua kosong selalu disediakannya disamping monitor komputernya. Pa Theo juga dekat dengan semua karyawan, sebagai penyambung aspirasi bagi karyawan pada perusahaan.

Pa Ongen adalah seorang pria tegap mantan atlit voli dari Ambon yang kemudian mengajukan mutasi ke Jayapura pada saat ramai kerusuhan di Ambon. Pertama kali mengenalnya dia ditugaskan di bagian pengolahan, suatu bagian yang memproses pengiriman surat dan paket Anda, untuk kemudian dikirimkan ke tujuan. Istri pa Ongen yaitu bu Rina, juga bekerja di Pos Indonesia, dia sehari-hari berdinas di Kantor Area XI Papua di Abepura. Abepura adalah distrik atau kecamatan yang masih masuk Kota Jayapura.

Saya tidak terlalu mengenal Pa Yustinus karena pada saat saya ditempatkan di Jayapura, Pa Yustinus masih ditugaskan di Kantor Pos Timika. Sedangkan Bro Teguh Warisman Sane adalah angkatan khusus penerimaan Papua Maluku Tahun 2013, yang pada saat saya disana baru ditempatkan pada bulan Desember 2013. Teguh adalah seorang yang ramah dan murah senyum, penempatan pertamanya adalah sebagai staf SDM Kantor Pos Jayapura.

Pos Indonesia bukanlah perusahaan kemarin sore yang lahir di tahun 90-an atau bahkan 2000an. Tahun ini kami sedang merayakan HUT Pelayanan Pos yang ke 269, ya 269. Itulah yang membuat kami terlalu bangga untuk kalah dalam persaingan dengan perusahaan jasa titipan yang lain. Namun kami sadar bahwa Pos Indonesia butuh banyak perbaikan.

Kantor Pos bukan hanya melayani pengiriman surat dan paket atau menerima pembayaran tagihan listrik, air, telepon, cicilan motor dan sebagainya. Kantor Pos juga dipercaya pemerintah untuk menyalurkan dana bantuan dari pemerintah kepada masyarakat miskin. Mulai dari BLT (Bantuan Langsung Tunai), BLSM, PKH (Program Keluarga Harapan) sampai pada PSKS di era Presiden Jokowi ini.

Dalam prakteknya pembagian dana bantuan ini sangat sulit dilakukan, khususnya untuk daerah-daerah terpencil di pelosok Indonesia. Untuk Anda yang terbiasa hidup di pulau Jawa mungkin tidak pernah mengetahui sulitnya menyalurkan dana bantuan ini kepada masyarakat miskin di daerah terpencil. Letak geografis, sarana transportasi, bahkan kendala bahasa dan kebudayaan dialami oleh seluruh petugas Pos yang ditugaskan menyalurkan bantuan ini. Jaringan Pos yang luas menjadi alasan pemerintah memberikan tugas mulia ini kepada PT. Pos Indonesia dan bukan kepada perbankan.

Dari semua daerah di Indonesia maka Papua adalah medan tersulit dalam penyaluran dana bantuan pemerintah. Ada banyak faktor yang membuat Papua merupakan tantangan terbesar. Saya mengikuti pertemuan Pos Indonesia di Jakarta untuk persiapan pembayaran BLSM 2013. Semua daerah terutama di luar pulau Jawa, seperti menuntut ke istimewaan dalam pembayaran BLSM karena masing-masing mengklaim daerahnya adalah daerah yang tersulit. Tetapi ketika kami utusan dari Papua berbicara, maka semua diam dan menyadari ada yang lebih sulit dari mereka.

Letak Geografis? yah mungkin ada banyak daerah lain yang juga sulit apa lagi daerah kepulauan, tapi Papua juga sulit dengan gunung-gunung dan lembah-lembah yang penuh misteri ..., Sarana Transportasi? Pasti disemua daerah pedalaman sarana transportasinya juga sulit, tapi Papua juga sulit dengan banyaknya tempat yang hanya bisa dicapai dengan pesawat perintis dan kemudian jalan kaki di hutan. Diluar itu tantangannya adalah sarana komunikasi, jaringan internet, bahasa, masyarakat Indonesia timur dengan watak yang keras dan tentunya adalah gerakan separatis yang menyeramkan.

Pada saat pembayaran BLSM 2013 lalu dimana saya juga terlibat mulai dari pembagian Kartu KPS, Petugas pembayaran, Petugas Scan kartu pada aplikasi Pembagian Dana. Saya hanya terlibat dalam pembayaran di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keeroom. Tempat-tempat ini bisa dicapai dengan jalur darat. Sarana Transportasi, Jaringan Internet bisa diakses disini, namun kendala yang kami temui adalah banyaknya warga yang mengamuk karena namanya tidak masuk dalam daftar penerima BLSM, kejadian di Arso ketika kepala kantor kami nyaris terkena panah-panah karena masyarakat yang tidak ada pada daftar penerima tetap menuntut uang BLSM, dan ada juga rekan kami yang di tahan tidak di ijinkan pulang sebelum sisa uang yang ada dibagi rata kepada semua masyarakat yang hadir disana. Beruntung kami membawa aparat kepolisian yang berhasil mengamankan dan menyelamatkan kami.

Pengalaman pembayaran yang saya dapatkan hanyalah untuk kota dan kabupaten yang dapat tercapai oleh mobil. Bisa dibayangkan tingkat kesulitan yang di dapat teman-teman saya yang lain yang harus melakukan pembayaran di Tolikara, Yahukimo, Yalimo, Pegunungan Bintang, Puncak, Mulia dan semua daerah pedalaman Papua lainnya.

Tulisan ini dibuat untuk rekan-rekan yang telah gugur dimedan tugas. Kalian telah mengakhiri perlombaan dengan kemenangan. Semoga pemerintah menyadari pentingnya pelayanan PT. Pos Indonesia untuk penyaluran dana dan tugas lainnya di pelosok-pelosok negeri ini. Kami mungkin belum menjadi yang terbaik dalam pelayanan pengiriman surat dan paket yang seharusnya menjadi tugas utama kami. Tapi dengan semua pengalaman ini, kami yakin bahwa waktunya akan segera tiba, Pos Indonesia akan menjadi protagonis di bisnis ini.

Suasana Duka Kantor Pos Jayapura

Pa Theo, Pa Ongen, Pa Yustinus, Teguh yang telah gugur dalam melaksanakan tugas mulia ini layak kami sebut menjadi pahlawan Pos Indonesia. Mereka mungkin bukan orang-orang yang sempurna, tapi saya percaya dengan hati yang tulus mereka telah melayani masyarakat memberikan semua kemampuan terbaik yang mereka punya untuk pekerjaan yang mulia ini.

Selamat Jalan Teman-Teman ...... GBU all

Kedatangan Jenazah Pa Theo

Kunjungan ibu Mentri ke Kantor Pos Jayapura
Kebaktian Pelepasan Jenazah Bro Teguh Warisman Sane ke Palu
Kedatangan Jenazah Pa Ongen


Wednesday, August 26, 2015

Catatan Magento : Menyembunyikan Produk Out Of Stock Pada Homepage Webstore

Ketika kita sedang berbelanja online di sebuah webstore, tentunya kita akan sangat terganggu, tidak nyaman dan semakin meragukan kualitas dari webstore tersebut apabila terlalu banyak produk yang out of stock apalagi bila produk yang kehabisan stok itu diletakan di halaman homepage webstore.